Halaman

Kamis, 03 Oktober 2013

MODISCO



PEMBUATAN PMT MODISCO

Pendahuluan

Modul ini menjelaskan cara membuat PMT untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dengan menggunakan formula modisco sebagai alternatif PMT dengan porsi kecil namun memiliki protein dan kalori tinggi yang baik untuk memenuhi gizi anak yang kurang. Dilengkapi dengan resep aneka kreasi makanan yang bisa dikombinasikan dengan modisco.

Tujuan

Agar kader memiliki wawasan dan keterampilan dalam pembuatan PMT modisco dan dapat  diterapkan  keterampilannya  dalam  kehidupan  sehari-hari  dan menyampaikannya  kepada  ibu-ibu  yang  memiliki  anak  berstatus  gizi  kurang diwilayah kerja puskesmasnya.



Pemberian Makanan Tambahan (PMT)

Asi memenuhi seluruh kebutuhan bayi terhadap zat-zt gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan zat-zat gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan sampai usia 4-6 bulan. Sesudah itu Asi tak lagi dapat memenuhi kebutuhan bayi (terutama energy, protein, zat besi, vitamin A, dan vitamin C) sehingga anak memerlukan makanan tambahan.
Ibu sering mengalami kesulitan untuk memberikan makanan tambahan kepada anak kesulitannya seperti nafsu makan kurang, gangguan pencernaan (diare, kembung, dan muntah), anak tidak menyukai susu padahal susu adalah asupan terbaik setelah ASI. Kebutuhan anak meningkat tapi anak sering tisdak menghabiskan porsi makan yang diberikan.
Upaya yang dapat dilakukan yaitu memilih makanan dan minuman yang dapat membangun selera makan anak, porsi kecil tetapi mengandung gizi tinggi terutama vitamin, mineral dan protein, Mudah dicerna sesuai dengan umur anak, terbuat dari bhan-bahan yang mudah dan murah tersedia di daerah yang bersangkutan, mudah dan praktis
Upaya diatas dapat diselaraskan dengan pemberian modisco dalam bentuk aneka maknan selingan yang merupakan alternatif makanan yang padat kalori dan protein. Modisco cocok untuk anak dengan berat badan kurang, guna menambah kekurangan berat badannya secara cepat dan memenuhi kebutuhan ekstra energi .
Penggunaan Modisco kepada balita status gizi kurang diharapkan dengan pemberian makanan tambahan dengan kalori tinggi ini   balita berstatus gizi kurang bisa bertambah berat badannya dan status gizinya menjadi lebih baik.

Mengenal Modisco

Modisco singkatan dari Modified Dietetic Skim and Cotton Sheet Oil ditemukan pada tahun 1973 oleh May White Head. Modisco dicobakan pertama kali untuk anak-anak yang   mengalami  gangguan  gizi  berat  di  Uganda  Afrika  dengan  hasil  yang memuaskan. Anak yang mengalami gangguan gizi berat  yaitu anak yang kekurangan kalori protein dapat disembuhkan cepat dengan Modisco. Modisco memiliki kalori yang tinggi yaitu 100 kalori/ 100 cc.

Formula Dasar Modisco

Formula dasar Modisco dapat dilihat sebagai berikut :
  Tabel 2.1.  Formula Dasar Modisco                                             
  Modisco I                                 Modisco II                                Modisco III                               

Bahan
-           Susu skim 10 g atau
full cream 12 g
-           Gula 5 g
-           Minyak 5 g
-           Air 100 ml

Nilai Gizi
Energi : 100 Kal

Protein : 3,6 g Lemak : 5 g Diberikan
100kkal/kg BB/hari

Bahan
-     Susu skim 10 g atau
full cream 12 g
-     Gula 5 g
-     Margarin 5 g
-     Air 100 ml

Nilai Gizi

Energi : 100 Kal Protein : 3,6 g Lemak : 5 g Diberikan
125kkal/kg Bb/hari

Bahan
-    Susu full cream 12 g (1 ¼
sdm)
-   Gula 7,5 g (1 ¼ sdt)
-    Margarin 5 g
sdm)
-    Air 100 ml
Nilai Gizi

Energi : 130 Kal Protein : 3 g Lemak : 7,5 g Diberikan
150 kkal/kg BB/hari




Sumber : Instalasi Gizi RSUD Dr. Soetomo.


Pemberian Modisco I untuk balita tanpa edema, pemberian Modisco II untuk balita edema  dan Modisco II untuk lanjutan pemberian setelah pemberian Modisco I dan II atau pemberian kepada balita gizi kurang.


Misalnya seorang anak dengan umur 1 tahun memiliki berat badan 7 kg, berdasarkan umurnya energi yang dibutuhkan anak umur satu tahun adalah sebesar 900 kkal/hr.

Kebutuhan ini dapat dipenuhi dengan :


Makanan balita 3x sehari           Ã  3 x 250 kkal    = 750 kkal


Modisco III 1x sehari                 Ã  1 x 150 kkal     = 150 kkal


Total                      =  900 kkal


Apabila konsumsi makan anak kurang maka anda bisa menaikkan konsumsi modisco tiga kali sehari sehingga kecukupan anak akan kalori bis terpenuhi sehingga berat bdan anak bertambah.

Pemberian modisco kkal/kg BB/ hr dilakukan pada balita berstatus gizi buruk dimana balita tidak dapat mengkonsumsi makanan keras. Misalnya berat badan 5 kg balita gizi buruk tanpa edem yang diberikan kepada balita ini :

Modisco formula II à 125 x 5 = 625 kkal à yang dibutuhkan Pemberian fase awal tiap 2 jam sekali sebanyak 12 x pemberian Jadi 625/12 = 52 kkal = 52 ml
Jadi Modisco diberikan dengan porsi kecil dan sering kepada balita.


Cara pembutan Formula Modisco

Cara pembuatan modisco dengan tiga formula dasar yang berbeda (Adi, A.C, 2001).

4.   Modisco I

c.    Campur susu bubuk, gula, dan minyak/margarin. Seduh dengan air hangat/

panas.

d.   Aduk sampai rata, lalu tambah dengan air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga cairan homogen. Saring dan minum dalam keadaan hangat- hangat.
5.   Modisco II.

e.   Larutkan margarin dalam air  hangat 50 ml.

f.   Larutkan susu dan gula dalam air  hangat 50 ml. g.   Campur kedua larutan tersebut, lalu saring.
h.   Minum larutan hangat-hangat.

6.   Modisco III

d.   Larutkan susu full cream dan gula dalam air dingin, lalu aduk sampai rata. e.   Tambahkan minyak dan ½ bagian air panas.
f.   Aduk sampai rata, Saring larutan bubur modisco tersebut . Agar modisco tahan lebih lama, dapat di tim dahulu selama 15 menit (Adi, A.C, 2001).


Senin, 01 Juli 2013

IQ, EQ, SQ dan ESQ



IQ, EQ, SQ dan ESQ adalah penggambaran dari potensi manusia sebagai makhluk paling cerdas dan kompleks di muka bumi. Pembagian ini mewakilkan dari banyak potensi kecerdasan manusia yang didefinisikan secara umum.
11      IQ (Intelligence Quotients)
Ialah istilah kecerdasan manusia dalam kemampuan untuk menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah, belajar, memahaman gagasan, berfikir, penggunaan bahasa dan lainnya. Anggapan awal bahwa IQ adalah kemampuan bawaan lahir yang mutlak dan tak dapat berubah adalah salah, karena penelitian modern membuktikan bahwa kemampuan IQ dapat meningkat dari proses belajar.
Kecerdasan ini pun tidaklah baku untuk satu hal saja, tetapi untuk banyak hal, contohnya ; seseorang dengan kemampuan mahir dalam bermusik, dan yang lainnya dalam hal olahraga. Jadi kecerdasan ini dari tiap - tiap orang tidaklah sama, tetapi berbeda satu sama lainnya.

22      EQ (Emotional Quotients)
Kecerdasan emosional adalah kemampuan pengendalian diri sendiri,semangat, dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustrasi, kesanggupan untuk mengendalikan dorongan hati dan emosi, tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, untuk membaca perasaan terdalam orang lain (empati) dan berdoa, untuk memelihara hubungan dengan sebaik-baiknya, kemampuan untuk menyelesaikan konflik, serta untuk memimpin diri dan lingkungan sekitarnya.

33     SQ (Spiritual Quotients)
Perlu dipahami bahwa SQ tidak mesti berhubungan dengan agama, Kecerdasan spiritual (SQ) adalah kecerdasan jiwa yang dapat membantu seseorang membangun dirinya secara utuh. SQ tidak bergantung pada budaya atau nilai. Tidak mengikuti nilai-nilai yang ada, tetapi menciptakan kemungkinan untuk memiliki nilai-nilai itu sendiri. kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang berasal dari dalam hati, menjadikan kita kreatif ketika kita dihadapkan pada masalah pribadi, dan mencoba melihat makna yang terkandung di dalamnya, serta menyelesaikannya dengan baik agar memperoleh ketenangan dan kedamaian hati. Kecerdasan spiritual membuat individu mampu memaknai setiap kegiatannya sebagai ibadah, demi kepentingan umat manusia dan Tuhan yang sangat dicintainya.

44    ESQ (Emotional and Spiritual Quotient)
ESQ merupakan sebuah singkatan dari Emotional Spiritual Quotient yang merupakan gabungan EQ dan SQ, yaitu Penggabungan antara pengendalian kecerdasan emosi dan spiritual. Manfaat yang bisa di dapat adalah tercapai nya keseimabangan antara hubungan Horizontal (manusia dengan manusia) dan Vertikal (manusia dan Tuhan). ESQ juga dapat membuat kita lebih percaya diri dalam melakukan tindakan.

Kamis, 13 Juni 2013

Cara Menghitung BMR


CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN KALORI
  • Metode penghitungan kebutuhan kalori harian istirahat atau BMR (basal metabolic rate) menggunakan Rumus Harris-Benedict yang memperhitungkan faktor tinggi badan, berat badan, umur, dan jenis kelamin. Hal ini lebih akurat daripada menentukan kebutuhan kalori berdasarkan jumlah berat badan saja. Rumus ini hanya tidak mempertimbangkan massa lemak tubuh. Oleh karena itu, rumus ini sangat akurat kecuali pada orang yang sangat berotot (akan menghitung kebutuhan kalori terlalu kecil) dan sangat berlemak (akan menghitung kebutuhan kalori terlalu besar).
  • Rumus BMR Pria = 660 + (13.7 x bb dalam kg) + (5  x tb dalam cm) – (6,8 x umur dalam tahun)
  • Rumus BMR Wanita = 655 + (9,6 x bb dalam kg) + (1,8 x tb dalam cm) – (4,7 x umur dalam tahun).
  • Kebutuhan kalori Anda untuk menjaga berat badan saat ini adalah perkalian faktor tingkat aktivitas dengan BMR, sbb:
    • Tidak berolahraga: BMR x 1.2
    • Berolahraga ringan (1-3 kali seminggu): BMR x 1.375
    • Berolahraga sedang (3-5 kali seminggu): BMR x 1.55
    • Berolahraga intens (setiap hari): BMR x 1.725
    • Atlet profesional (beberapa kali sehari): BMR x 1.9